Asal-usul Penyembahan Berhala di Jazirah Arab

Gambar

(Foto adalah ilustrasi). Agama Islam diturunkan dengan bertujuan untuk memurnikan peribadatan hanya kepada Allah Ta’ala semata dan menafikan sesembahan lainnya. Kita telah mengetahui bahwa masyarakat Arab jahiliyah adalah masyarakat yang menyembah berhala. Salah satu tujuan mereka menyembah berhala-berhala itu antara lain adalah sebagai washilah yang akan mendekatkan diri mereka kepada Allah Ta’ala. Jadi, disamping mereka mengakui Allah Ta’ala sebagai pencipta, mereka juga mengakui sesembahan lain selain Allah yang mereka gunakan sebagai sarana taqarrub ilallah, dan mereka telah terjatuh kepada syirik akbar. Wal’iyadzubillah. Namun siapakah yang pertama kali memulai penyembahan berhala di jazirah Arab? Catatan singkat ini akan membahasnya. Dengan memohon taufiq Allah ‘Azza wa Jalla.
==========

Ibnu Ishaaq berkata, ‘Abdullaah bin Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm berkata kepadaku, dari Ayahnya yang berkata, aku diberitahu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku melihat ‘Amr bin Luhaiy menyeret usus-ususnya di neraka. Aku bertanya kepadanya tentang manusia (yang hidup) antara aku dengannya, ia menjawab, “Mereka telah binasa.” [Sanadnya mursal, Abu Bakr bin Muhammad bin 'Amr tidak pernah bertemu dengan Rasulullah. Hadits ini dikuatkan oleh hadits riwayat Imam Al-Bukhaariy no. 4257 dari jalan Sa'iid bin Al-Musayyib dari Abu Hurairah].

Ibnu Ishaaq berkata, Muhammad bin Ibraahiim bin Al-Hariits At-Taimiy berkata kepadaku bahwa Abu Shaalih As-Sammaan berkata kepadaku bahwa Abu Hurairah (nama aslinya adalah Abdullah bin Amir menurut Ibnu Hisyam, ada yang menyebutkan Abdurrahman bin Shakhr) telah mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Aktsam bin Al-Jaun Al-Khuzaa’iy, “Wahai Aktsam, aku melihat ‘Amr bin Luhaiy bin Qamaa’ah menyeret usus-ususnya (di neraka) dan aku tidak melihat orang yang amat mirip dengan orang lain melainkan engkau dengannya dan dia denganmu.” Aktsam berkata, “Barangkali kemiripannya denganku itu membahayakan diriku wahai Rasulullah?”, Rasulullah bersabda, “Tidak karena engkau orang mukmin sedangkan dia orang kafir. Dialah orang yang pertama kali mengubah agama Ismaa’iil, memasang berhala, mengiris telinga unta, melepaskan saibah, memberikan washilah dan melindungi haam.” [Sanadnya shahih. Abu Shaalih adalah Dzakwan As-Sammaan Az-Zayat, maula Juwairiyah binti Al-Ahmas Al-Ghathafaaniy]

‘Amr bin Luhaiy

Namanya adalah ‘Amr bin Luhaiy bin Qamaa’ah bin Ilyaas bin Mudhar bin Nizaar bin Ma’aad bin ‘Adnaan bin Udad bin Muqawwim bin Nahuur bin Tirah bin Ya’rub bin Yasyjub bin Nabit bin Ismaa’iil bin Ibraahiim Khaliilullaah. Allaahu a’lam. Dialah orang yang pertama kali mendatangkan berhala dan memulai penyembahan terhadapnya. Ibnu Hisyaam berkata bahwa ‘Amr bin Luhaiy pergi dari Makkah menuju ke Syam untuk satu keperluan. Ketika tiba di Ma’arib, suatu daerah di Balqa’ (ketika itu Ma’arib didiami oleh Al-Amaliq, anak keturunan Imlaq bin Lahudz bin Sam bin Nuh), ‘Amr bin Luhaiy melihat mereka menyembah berhala. Ia berkata kepada mereka, “Apa yang kalian sembah seperti yang aku lihat ini?”. Mereka berkata, “Kami menyembah berhala-berhala ini guna meminta hujan kepadanya kemudian ia memberi kami hujan. Kami meminta pertolongan kepadanya kemudian ia memberi kami pertolongan.” ‘Amr berkata, “Maukah kalian memberiku satu berhala untuk aku bawa ke jazirah ‘Arab?” Mereka pun memberinya 1 berhala yang bernama Hubal. Kemudian ‘Amr menyelesaikan urusannya di Syam dan segera kembali ke Makkah, memasang berhala tersebut dan menyuruh manusia menyembah dan mengagung-agungkannya.

Asal-usul Penyembahan Berhala di Jazirah Arab

Ibnu Ishaaq berkata, Ada yang mengatakan bahwa penyebab anak keturunan Ismaa’iil menyembah batu adalah jika mereka mengalami kesulitan di Makkah dan ingin pergi mencari rizki-rizki di negeri lain, mereka membawa salah satu batu dari batu-batu tanah suci Makkah sebagai bentuk penghormatan mereka terhadap Makkah. Jika mereka berhenti di suatu tempat, mereka meletakkan batu tersebut kemudian thawaf di sekelilingnya persis seperti mereka thawaf di sekeliling Ka’bah. Itulah yang terjadi hingga akhirnya mereka pun semuanya menyembah batu yang mereka anggap itu baik dan menarik perhatian mereka.

Generasi datang silih berganti hingga mereka lupa penyikapan yang benar terhadap batu tersebut dan mengubah agama Nabi Ibraahiim dan Nabi Ismaa’iil dengan agama yang lain yang bukan tuntunan dari keduanya. Mereka menyembah berhala-berhala dan menjadi tersesat seperti umat-umat terdahulu. Kendati begitu, di antara mereka masih terdapat sisa-sisa pengikut Nabi Ibraahiim yang berpegang teguh pada ajaran Nabi Ibraahiim, mengagungkan Ka’bah, thawaf di sekelilingnya, melakukan ibadah haji, umrah, wukuf di Arafah dan Muzdalifah, berkurban, membaca talbiyah ketika haji dan umrah, tetapi tidak ketinggalan pula mereka memasukkan ajaran-ajaran baru (bid’ah) di dalamnya.

Jika orang-orang Kinanah dan orang-orang Quraisy melakukan talbiyah, mereka berkata, “Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka illa syarikun huwa laka. Tamlikuha wa ma malak (Aku sambut panggilanMu ya Allah, aku sambut panggilanMu. Tidak ada sekutu bagiMu kecuali sekutu tersebut menjadi milikMu. Engkau memilikinya dan tidak ada yang memilikinya).” Demikian, mereka mentauhidkan Allah dalam talbiyah, namun di saat bersamaan memasukkan berhala-berhala mereka bersama Allah dan menjadikan kepemilikan berhala-berhala tersebut di tanganNya.

Mengenai hal ini, Allah Ta’ala berfirman kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam :

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). [QS Yuusuf : 106]

Allaahu a’lam.

Disarikan dari : “Sirah Nabawiyyah” karya Ibnu Hisyaam, penerbit Daarul Fikr, Beirut. Edisi terjemahan bahasa Indonesia penerbit Daarul Falah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s