Ketika Kengerian Adzab Menimpa Suatu Kaum Pegiat Liwath di Waktu Fajar

Tiada maksud kami menampilkan kisah ini melainkan sebagai i’tibar dan peringatan bagi kaum yang berakal, saudara-saudara kami kaum muslimin, bahwa seburuk-buruk perbuatan keji (fahisyah) adalah perbuatan keji yang dilakukan kaum Nabi Luth yakni liwath, yang belum pernah ada manusia sebelum mereka yang melakukan perbuatan tersebut. Nabi Luth ‘alaihissalam berkata, sebagaimana difirmankan Allah ‘Azza wa Jalla…

Mutiara Tafsir Surat Al-Lahab : Ummu Jamil, Sang Pembawa Kayu Bakar

Abu Lahab, yang bernama asli ‘Abdul ‘Uzza bin ‘Abdul Muththalib Al-Qurasyi, adalah manusia yang telah divonis Allah Ta’ala sebagai penghuni neraka kelak yang apinya berkobar-kobar dan bergejolak, na’udzubillahi min dzalik. Namanya Allah Ta’ala abadikan didalam Al-Qur’an sebagai seorang yang celaka dan binasa sejadi-jadinya karena penentangannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan dakwah Islam yang beliau…

Shalat Istisqa’ (Meminta Hujan) Menurut Madzhab Syafi’i

Terkadang bencana kekeringan melanda suatu negeri disebabkan banyaknya maksiat yang dilakukan oleh penduduk negeri tersebut. Allah Ta’ala menguji mereka dengan kekeringan yang menyebabkan berkurangnya cadangan air, rusaknya tanah dan sawah ladang karena berkurangnya intensitas pengairan serta matinya hewan-hewan karena ketiadaan air untuk mereka minum. Oleh karenanya, syari’at yang mulia ini mengenal adanya shalat Istisqa’ yaitu…

‘Umar dan Hamzah Berunjuk Rasa Ketika Memeluk Islam

Kisahnya masyhur dan diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Nu’aim Al-Ashbahaaniy rahimahullah dalam Hilyah Al-Auliyaa’ 1/40 : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ صَالِحٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبَانَ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عنِ أَبَانَ بْنِ صَالِحٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: سَأَلْتُ عُمَرَ رَضِيَ…

Thabaqaat Al-Majruuhiin : Thabaqah Pertama, Para Pemalsu Hadits atas Rasulullah

Al-Majruuh adalah orang atau perawi yang terkena penilaian negatif, cacat atau jarh, bisa dari sisi ‘adalahnya, dhabt-nya, maupun agamanya ketika meriwayatkan hadits Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Lalu siapakah yang berhak menilai negatif atau menjarh seorang perawi? Tidak lain, mereka adalah para imam ahli jarh wa ta’dil, bukan sembarangan orang apalagi orang-orang seperti kita yang sangat…

Kalimat Ikhlash yang Mengantarkan ke Surga

Al-Bukhaariy dalam Shahih-nya no. 128 dan Muslim dalam Shahih-nya no. 35, mengeluarkan hadits dari Anas bin Maalik radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata : كَانَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمُعاذٌ رَدِيفُهُ عَلَى الرَّحْلِ قَالَ يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قَالَ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ قَالَ يَا مُعَاذُ قَالَ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ ثَلَاثًا قَالَ مَا…

Hakikat Orang-orang yang Muflis (Bangkrut) Lagi Zhalim

Menurut persepsi kita pada umumnya, bangkrut seringkali diartikan tidak punya harta, tidak punya uang atau sedikit sekali harta yang tersisa padanya sehingga mustahil ia dikatakan orang yang berkecukupan. Namun apakah ini definisi bangkrut yang juga dipahami dalam syari’at Islam? Ternyata tidak. Jika orang yang bangkrut harta di dunia masih memiliki kesempatan untuk memperkaya pahala dengan…