Kemurnian Tauhid dan Kebahagiaan Seorang Hamba

Gambar

Oleh : Abu Isma’il Fachruddin bin Nu’man

Al Imam Al ‘Allamah Ibnul Qayyim -rahimahullah- mengeluarkan sebuah ilustrasi yang sangat menakjubkan bagi kita tentang manisnya buah tauhid di dunia dan di akhirat, serta buruknya buah dari meninggalkan tauhid. Beliau berkata :

“Ikhlas dan tauhid merupakan pohon yang menancap didalam hati sementara amalan adalah cabangnya, dan buahnya adalah indahnya hidup di dunia dan nikmatnya tinggal di akhirat. Sebagaimana buah di surga tidak ada henti-hentinya dan tidak ada seorang pun terhalang darinya. Begitu juga buah tauhid dan ikhlas di dunia. Adapun syirik, dusta, dan riya juga adalah pohon yang menancap di dalam hati. Buahnya di dunia adalah dirundung rasa takut, keluh kesah dan kemelut serta sempitnya dada dan gelapnya hati. Adapun di akhirat buahnya adalah zaqqum dan azab yang kekal.” [Al Fawa’id I/164]

Tidaklah mengherankan ketika ahli tauhid dijanjikan kebahagiaan oleh Allah Ta’ala di dunia dan di akhirat, hal itu dikarenakan mereka telah mendapatkan keridhoan Allah Ta’ala setelah mereka pun ridha bahwasanya Allah Ta’ala sebagai satu-satunya Ilah yang berhak disembah dengan benar dan mereka tidak ridha ada ilah yang disembah selainNya. Mereka melakukan ketaatan dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, sesuai petuah dan tuntunan yang dibawa dan diajarkan oleh Rasul Shallallahu alaihi wasallam.

Memurnikan tauhid dengan menegakkan 2 kalimat syahadat juga memahami makna dan mengamalkan konsekuensinya, merupakan tujuan utama Allah Ta’ala menciptakan kita sebagaimana telah difirmankan olehNya :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” [QS Adz-Dzaariyaat : 56]

Sehingga dalam rangka menegakkan dan memurnikan tauhid ditengah-tengah manusia, Allah Ta’ala mengutus para Rasul, menurunkan kitab-kitabNya, bahkan untuk menegakkan itu Allah telah menciptakan langit, bumi beserta isinya. Begitu juga dengan adanya hari pembalasan, buku catatan dan timbangan amal, surga dan neraka. Semuanya merupakan manifestasi dari pengamalan tauhid dan konsekuensinya ketika mereka di dunia.

Maka, tauhid merupakan perkara yang paling utama yang harus diketahui dan ditegakkan oleh setiap hamba dalam rangka mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- memberikan keterangan akan wajibnya mendahulukan tauhid, beliau berkata :

“Telah diketahui secara pasti dari agama Rasulullah dan telah juga disepakati oleh seluruh umat, bahwasanya fondasi islam dan perkara pertama yang wajib diperintahkan kepada manusia adalah persaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dan bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Diatas perkara itu, orang kafir menjadi muslim, musuh menjadi teman dan yang halal darah dan hartanya menjadi haram.” [Da’arut Ta’arudh Bainal ‘Aql wa Naql I/107]

Kemudian Al Imam Ibnul Qayyim kembali memberikan keterangan tentang agungnya ilmu mengenal Allah dan mentauhidkanNya. Beliau berkata :

“Ilmu mengenal Allah adalah asas seluruh ilmu dan merupakan pokok kebahagiaan seorang hamba kesempurnaan dan kemaslahatannya di dunia dan akhirat. Sementara jahil tentang Allah sebagai tanda jahil dirinya terhadap kemaslahatan dan kesempurnaan dirinya, dan terhadap sesuatu yang mensucikan serta membawa kebahagiaan baginya. Dan jahil terhadap Allah merupakan pokok kesengsaraan.” [Miftah Darus Sa’adah I/86].

Maka Allah Ta’ala menjanjikan banyak keutamaan di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang mentauhidkanNya, diantaranya :

Keutamaan mereka di dunia

1. Mereka menjadi manusia terbaik yang akan terjaga dari kemaksiatan.
2. Derajat mereka sangat tinggi di sisi Allah.
3. Amalan shalih mereka diterima oleh Allah.
4. Mereka mendapatkan keamanan dan petunjuk dari Allah Ta’ala.
5. Keberkahan dijanjikan akan turun di tengah-tengah mereka.
6. Allah berjanji akan menolong dan menguatkan mereka.
7. Agama mereka akan dikuatkan oleh Allah bahkan Allah menjanjikan mereka menjadi pemimpin di muka bumi ini.
8. Ketenangan jiwa dan kelapangan dada adalah buah dari tauhid.
9. Mereka terjaga dari gangguan syetan.
10. Dosa mereka diampuni oleh Allah Ta’ala.

Keutamaan mereka di akhirat

1. Allah akan mudahkan mereka menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir.
2. Diatas keridhoan Allah, mereka akan mendapat syafa’at RasulNya.
3. Mereka akan mendapatkan naungan pada hari yang tidak ada naungan selain naunganNya.
4. Mereka mendapatkan buku catatan amalan mereka dengan tangan kanannya atau dari arah kanannya.
5. Dengan tauhid, timbangan kebaikan mereka menjadi sangat berat.
6. Mereka dijanjikan mendapat ampunan dosa selama tidak melakukan kesyirikan.
7. Mereka dipanggil di akhirat dengan panggilan-panggilan yang nikmat terdengar.
8. Dijanjikan minum dari telaga Rasulullah.
9. Dimudahkan menyebrangi jembatan Ash-Shirath.
10. Surga yang penuh kenikmatan adalah tempat kembali mereka. Bahkan sebagian dari mereka ada yang memasukinya tanpa hisab dan tanpa azab.

Allah Ta’ala berfirman,

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” [QS Al Baqarah : 25]

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan.” [QS An Nuur : 52]

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” [QS Muhammad : 7]

Allah Ta’ala berfirman,

فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Maka barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS Al Maa’idah : 39]

Allah Ta’ala berfirman,

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يَشْفَعُونَ إِلا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ
“Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” [QS Al Anbiyaa’ : 28]

dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu- berkata; aku bertanya; ‘wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling beruntung dengan syafaatmu pada hari kiamat? ‘ Nabi menjawab:
يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ
“Hai Abu Hurairah, aku sudah beranggapan bahwa tak seorangpun lebih dahulu menanyakan masalah ini kepadaku daripada dirimu, dikarenakan kulihat semangatmu mencari hadits. Manusia yang paling beruntung dengan syafaatku pada hari kiamat adalah yang mengucapkan laa-ilaaha-illa-llaah, dengan tulus dari lubuk hatinya.” [HR Al Bukhari no. 6085 & Ahmad no. 8503]

Wallahu a’lamu bishawab.

== Majalah Al Ilmu, edisi perdana tahun ke-1, Jumadil Akhir-Rajab 1433 H, April-Mei 2012 M ==

*dengan sedikit penambahan yang diperlukan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s