Mutiara Tafsir Surat Al-Ikhlash Bersama Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullaah

Gambar

Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Katakanlah, “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” [QS Al-Ikhlash : 1-4]

Al-Haafizh Ibnu Katsiir berkata :

Asbabun Nuzul surat ini adalah seperti yang telah diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dalam musnadnya.

حَدَّثَنَا أَبُو سَعْدٍ مُحَمَّدُ بْنُ مُيَسَّرٍ الصَّاغَانِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ
أَنَّ الْمُشْرِكِينَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مُحَمَّدُ انْسُبْ لَنَا رَبَّكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
{ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’d Muhammad bin Muyassar Ash-Shaaghaaniy, telah menceritakan kepada kami Abu Ja’far Ar-Raaziy, dari Ar-Rabii’ bin Anas, dari Abul ‘Aaliyah, dari Ubay bin Ka’b, bahwa orang-orang musyrik berkata kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Muhammad, sebutkan nasab Rabbmu kepada kami!” Maka Allah Tabaaraka Wa Ta’ala menurunkan firmanNya, ‘Katakanlah “Dialah Allah yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu, Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”‘ (QS Al-Ikhlash: 1-4).
[Musnad Ahmad no. 20714] – sanadnya dha’iif karena Abu Sa’d Muhammad bin Muyassar, seorang yang dha’iif dan tertuduh berpaham irjaa’ (Taqriib At-Tahdziib no. 6344), Abu Ja’far ‘Isaa bin Abi ‘Isaa Maahaan Ar-Raaziy, seorang yang shaduuq tetapi hapalannya buruk (Taqriib At-Tahdziib no. 8019).

Imam At-Tirmidziy meriwayatkan di dalam Jaami’nya dengan sanad yang serupa seperti Imam Ahmad, dan dengan sanad yang lain :

حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الرَّازِيِّ عَنْ الرَّبِيعِ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abd bin Humaid, telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullaah bin Muusa, dari Abu Ja’far Ar-Raaziy, dari Ar-Rabii’ bin Anas, dari Abul ‘Aaliyah bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam …. (dst)
[Jaami’ Tirmidziy no. 3312] – sanadnya mursal. Imam Tirmidziy berkata bahwa hadits ini lebih shahih dibanding hadits Abu Sa’d sebelumnya. Didha’ifkan Syaikh Al-Albaaniy dalam Takhrij Kitaabus Sunnah no. 663.

Al-Imaam Al-Bukhaariy meriwayatkan :

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا عَمْرٌو عَنْ ابْنِ أَبِي هِلَالٍ أَنَّ أَبَا الرِّجَالِ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَهُ عَنْ أُمِّهِ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ
وَكَانَتْ فِي حَجْرِ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ رَجُلًا عَلَى سَرِيَّةٍ وَكَانَ يَقْرَأُ لِأَصْحَابِهِ فِي صَلَاتِهِمْ فَيَخْتِمُ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَلَمَّا رَجَعُوا ذَكَرُوا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَلُوهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ فَسَأَلُوهُ فَقَالَ لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shaalih, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami ‘Amr, dari Ibnu Abi Hilaal, bahwa Abu Ar-Rijaal Muhammad bin ‘Abdurrahman menceritakan haditsnya dari Ibunya, yaitu Amrah binti ‘Abdurrahman yang dahulu dalam asuhan ‘Aaisyah istri Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, dari ‘Aaisyah, bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah mengutus seorang laki-laki dalam sebuah eskpedisi militer, lantas laki-laki tersebut membaca untuk sahabatnya dalam shalatnya dengan Qulhuwallaahu ahad (Surat Al-Ikhlash) dan menutupnya dengan surat itu. Dikala mereka pulang, mereka menceritakan hal ini kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, lantas Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tanyailah dia, mengapa dia berbuat demikian?” Mereka pun menanyainya dan sahabat tadi menjawab, “Sebab surat itu adalah menggambarkan sifat Ar-Rahman, dan aku sedemikian menyukai membacanya.” Spontan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah menyukainya.”
[Shahiih Al-Bukhaariy no. 7375]

Surat Al-Ikhlash Menyamai Sepertiga Al-Qur’an

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
أَنَّ رَجُلًا سَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
وَزَادَ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullaah bin Yuusuf, telah mengkhabarkan kepada kami Maalik, dari ‘Abdurrahman bin ‘Abdullaah bin ‘Abdurrahman bin Abu Sha’sha’ah, dari Ayahnya, dari Abu Sa’id Al-Khudriy, bahwa seorang laki-laki mendengar seseorang yang membaca surat Qulhuwallaahu ahad dan orang itu selalu mengulang-ngulangnya. Di pagi harinya, laki-laki itu pun segera menemui Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam dan mengadukan mengenai seseorang yang ia dengar semalam, sepertinya ia menganggapnya sangat sedikit. Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, sesungguhnya surat itu benar-benar menyamai sepertiga Al-Qur`an.”
[Shahiih Al-Bukhaariy no. 4726]

حَدَّثَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنْ بَشِيرٍ أَبِي إِسْمَعِيلَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
خَرَجَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فَقَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ حَتَّى خَتَمَهَا

Telah menceritakan kepada kami Waashil bin ‘Abdul A’laa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail, dari Basyiir bin Abu Ismaa’iil, dari Abu Haazim, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam keluar dan bersabda, “Aku akan membacakan kepada kalian (surat yang menyamai) sepertiga Al-Qur`an.” Maka beliau pun membaca, “Qulhuwallaahu ahad, Allaahush shamad.” Beliau membacanya hingga selesai.
[Shahiih Muslim no. 814]

Membaca Surat Al-Ikhlash Mewajibkan Pembacanya Masuk Surga

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ ابْنِ حُنَيْنٍ مَوْلًى لِآلِ زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ أَوْ مَوْلَى زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
أَقْبَلْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَبَتْ قُلْتُ وَمَا وَجَبَتْ قَالَ الْجَنَّةُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Ishaaq bin Sulaimaan, dari Maalik bin Anas, dari ‘Ubaidullaah bin ‘Abdurrahman, dari Ibnu Hunain bekas budak milik keluarga Zaid bin Al-Khaththaab atau budak Zaid bin Al-Khaththaab, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Aku pulang dari perjalanan bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau mendengar seseorang membaca Qulhuwallaahu ahad, Allaahush shamad, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wajib.” Aku bertanya, “Wajib apa (wahai Rasulullah)?” Beliau menjawab, “(Baginya) Surga.”
[Jaami’ Tirmidziy no. 2897; Sunan An-Nasaa’iy no. 994] – Imam At-Tirmidziy berkata hasan gharib. Dishahihkan Syaikh Al-Albaaniy dalam Shahiih At-Targhiib no. 1478.

Membaca Surat Al-Ikhlash dan Al-Mu’awwidzatain 3x Pada Pagi dan Sore Hari, akan Mencukupi Segala Sesuatu

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُصَفَّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ أَبِي أَسِيدٍ الْبَرَّادِ عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خُبَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَ
خَرَجْنَا فِي لَيْلَةِ مَطَرٍ وَظُلْمَةٍ شَدِيدَةٍ نَطْلُبُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُصَلِّيَ لَنَا فَأَدْرَكْنَاهُ فَقَالَ أَصَلَّيْتُمْ فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا فَقَالَ قُلْ فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ قُلْ فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ قُلْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَقُولُ قَالَ قُلْ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mushaffaa, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik, ia berkata, telah mengkhabarkan kepadaku Ibnu Abu Dzi`b, dari Abu Asiid Al-Barraad, dari Mu’aadz bin ‘Abdullaah bin Khubaib, dari Ayahnya, ia berkata, “Pada malam hujan dan gelap gulita, kami keluar mencari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk shalat bersama kami lalu kami menemukannya, beliau bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata, beliau bersabda, “Katakanlah,” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata, beliau bersabda, “Katakanlah,” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata, kemudian beliau bersabda, “Katakanlah,” Hingga akhirnya aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Katakanlah (bacalah surat), Qulhuwallaahu ahad dan Al-Mu’awwidzatain ketika sore dan pagi tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala sesuatu.”
[Sunan Abu Daawud no. 5082] – Dihasankan Al-Haafizh Ibnu Hajar dalam Nataa’ijul Ifkaar 2/345. Dishahihkan Imam An-Nawawiy dalam Al-Adzkaar no. 107.

Membaca Surat Al-Ikhlash dan Al-Mu’awwidzatain Sebelum Tidur dan Terapi Untuk Menghilangkan Rasa Sakit

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأُوَيْسِيُّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ نَفَثَ فِي كَفَّيْهِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعًا ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ قَالَتْ عَائِشَةُ فَلَمَّا اشْتَكَى كَانَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَفْعَلَ ذَلِكَ بِهِ
قَالَ يُونُسُ كُنْتُ أَرَى ابْنَ شِهَابٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ إِذَا أَتَى إِلَى فِرَاشِهِ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziiz bin ‘Abdullaah Al-Uwaisiy, telah menceritakan kepada kami Sulaimaan, dari Yuunus, dari Ibnu Syihaab, dari ‘Urwah bin Az-Zubair, dari ‘Aaisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Apabila Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, maka beliau akan meniup telapak tangannya sambil membaca Qulhuwallaahu ahad dan Al-Mu’awwidzatain, kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya.” ‘Aaisyah berkata lagi, “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu.” Yuunus berkata, “Aku melihat Ibnu Syihaab apabila hendak tidur, ia melakukan hal itu juga.”
[Shahiih Al-Bukhaariy no. 5416; Asy-Syamaa’il Al-Muhammadiyah no. 258]

Semoga bermanfaat.
Allaahu a’lam.

Sumber : Tafsiir Ibnu Katsiir, mauqi’ Ummul Kitaab edisi e-book chm -Dengan sedikit penambahan-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s