Suami yang Baik, Poros Keluarga

Gambar

Mungkin sebagian diantara kita sering membuat status mengenai betapa pentingnya istri taat pada suami, istri mematuhi suami dalam segala hal, istri mendahulukan suami dibanding perkataan ibu bapaknya istri. Memang, itu semua termasuk syari’at. Namun pernahkah kita (khususnya para suami, saya termasuk) memikirkan apakah kita sudah menjadi sosok suami yang pantas ditaati oleh istri? Bagaimanakah diri kita ini sebenarnya di mata istri kita?

Al-Imaam Ahmad bin Syu’aib An-Nasaa’iy meriwayatkan :

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ وَالدَّيُّوثُ وَثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالْمُدْمِنُ عَلَى الْخَمْرِ وَالْمَنَّانُ بِمَا أَعْطَى

Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Amr bin ‘Aliy, dia berkata, telah menceritakan kepada kami Yaziid bin Zuraiy’, dia berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Umar bin Muhammad, dari ‘Abdullaah bin Yasaar, dari Saalim bin ‘Abdullaah, dari Ayahnya, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat yaitu anak yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki, dan DAYYUTS, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian. Dan tiga golongan mereka tidak akan masuk surga yaitu anak yang durhaka kepada orang tua, pecandu khamr, dan orang yang selalu menyebut-nyebut pemberiannya.”

[Sunan Al-Kubra no. 2354] – sanadnya hasan, ‘Abdullaah bin Yasaar haditsnya maqbul menurut Ibnu Hajar [Taqriibut Tahdziib no. 3719], namun yang lebih tepat ia shaduuq hasanul hadiits [Tahriirut Taqriib 2/288].

Lebih lanjut disebutkan oleh Al-Imaam Al-Kharaa’ithiy dalam Masaawi’ Al-Akhlaaq no. 426 :

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ دَاوُدَ الْقَنْطَرِيُّ ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ ، ثنا أَبُو مَعْشَرٍ ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى خَلَقَ ثَلاثَةَ أَشْيَاءَ بِيَدِهِ : خَلَقَ آدَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ ، وَكَتَبَ التَّوْرَاةَ بِيَدِهِ ، وَغَرَسَ الْفِرْدَوْسَ بِيَدِهِ ، وَقَالَ : وَعِزَّتِي ، لا يَسْكُنُهَا مُدْمِنُ خَمْرٍ ، وَلا دَيُّوثٌ ” . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَدْ عَرَفْنَا مُدْمِنَ الْخَمْرِ ، فَمَا الدَّيُّوثُ ؟ قَالَ : ” مَنْ يُقِرُّ السُّوءَ لأَهْلِهِ “

Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Daawud Al-Qanthariy, telah menceritakan kepada kami ‘Abdullaah bin Shaalih, telah menceritakan kepada kami Abu Ma’syar, dari ‘Abdullaah bin ‘Abdullaah bin Al-Haarits bin Naufal, dari ‘Abdullaah bin Al-Haarits, dari Ayahnya, ia berkata, Rasulullaah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala menciptakan 3 hal dengan tanganNya yaitu Dia menciptakan Adam Shallallaahu ‘alaihi wasallam dengan tanganNya, dan menulis kitab Taurat dengan tanganNya, dan membangun surga Firdaus dengan tanganNya, kemudian Dia berfirman, “Demi kemuliaanKu, tidaklah bertempat tinggal didalamnya para peminum khamr dan dayyuts.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullaah, kami telah mengetahui peminum khamr, maka apakah Ad-Dayyuts?” Rasulullaah bersabda, “Dia adalah seseorang yang membiarkan keburukan berada pada keluarganya.”

[sanadnya dha’if karena Abu Ma’syar Nujaih bin ‘Abdurrahman As-Sindiy, seorang syaikh yang dha’if [Miizaanul I’tidaal no. 9017]]

Al-‘Allamah Ibnul Qayyim Al-Jauziyah berkata :

Bahwa Ad-Dayyuts termasuk makhluk Allah yang terburuk, haram baginya surga karena ia telah membiarkan dan menganggap baik perbuatan zhalim bagi orang lain. Ini diakibatkan hilangnya sifat ghirah dalam diri seseorang yang akan mematikan hatinya, kemudian anggota badannya sehingga tidak ada lagi penolak keburukan pada dirinya. [Ad-Daa’u wa Ad-Dawaa’ hal. 84-85]

Apakah kita akan membiarkan istri kita berselingkuh kemudian kita tidak berbuat apa-apa? Apakah kita tidak cemburu manakala kita melihat istri kita berduaan dengan lelaki yang bukan mahramnya? Lihatlah kecemburuan Sa’ad bin ‘Ubaadah :

حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ وَرَّادٍ كَاتِبِ الْمُغِيرَةِ عَنْ الْمُغِيرَةِ قَالَ
قَالَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ لَوْ رَأَيْتُ رَجُلًا مَعَ امْرَأَتِي لَضَرَبْتُهُ بِالسَّيْفِ غَيْرَ مُصْفَحٍ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ وَاللَّهُ أَغْيَرُ مِنِّي

Telah menceritakan kepada kami Muusa, telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awaanah, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Malik, dari Warraad juru tulis Al-Mughiirah, dari Al-Mughiirah, ia mengatakan, Sa’ad bin ‘Ubaadah berkata, “Jika kulihat ada seorang laki-laki bersama isteriku niscaya kutebas ia dengan pedang tepat dengan mata besinya.” Khabar ini sampai kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam sehingga Nabi bersabda, “Apakah kalian merasa heran dengan kecemburan Sa’ad? Sungguh aku lebih cemburu daripadanya, dan Allah lebih cemburu daripadaku.”

[Shahih Bukhaariy no. 6846]

Seorang suami adalah pemimpin dan poros keluarganya maka hendaklah ia benar-benar memberikan kasih sayang dan cinta kepada istri dan anak-anaknya. Hendaknya ia selalu memperhatikan kebutuhan mereka dan tidak menelantarkannya dengan alasan apapun. Selalu mengajarkan Qur’an dan Sunnah kepada keluarganya. Dengan demikian, ia akan menjadi teladan dan benteng yang kokoh didalam keluarganya.

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ
سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ فِي أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ فِي مَالِ سَيِّدِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yamaan, telah mengkhabarkan kepada kami Syu’aib, ia berkata, dari Az-Zuhriy, ia berkata, telah mengkhabarkan kepadaku Saalim bin ‘Abdullaah, dari ‘Abdullaah bin ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma bahwa dia mendengar Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam (kepala Negara) adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang suami dalam keluarganya adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya dan akan diminta pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang budak adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya dan akan diminta pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut.”

[Shahih Bukhaariy no. 2409]

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” [QS At-Tahriim : 6]

Semoga bermanfaat terutama bagi saya dan para suami.
Allaahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s