Do’a dan Wirid Ketika Tertimpa Musibah

Gambar

Allah Ta’ala berfirman :

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. [QS Al-Baqarah : 214]

Allah Ta’ala berfirman :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. [QS Al-Baqarah : 155]

Dan do’a adalah salah satu sarana kita untuk selalu dekat dengan Allah Yang Maha Kuasa. Berikut doa’-do’a dan wirid-wirid yang bisa dibaca ketika sedang tertimpa musibah atau kesulitan. Kami sarikan dari Hisnul Muslim karya Syaikh Dr. Sa’id Al-Qaththaaniy hafizhaahullah (dengan sedikit penambahan).

1. أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ بْنِ إِسْحَاقَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ عَقِيلٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ حَمَّادٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ، عَنْ ثَابِتٍ ، عَنْ أَنَسٍ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” اللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلا ، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ سَهْلا إِذَا شِئْتَ “

Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Al-Musayyab bin Ishaaq, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdillaah bin ‘Ubaid bin ‘Aqiil, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Sahl bin Hammaad, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Hammaad bin Salamah, dari Tsaabit, dari Anas, bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna sahlan idzaa syi’ta (Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya).” [Shahiih Ibnu Hibbaan no. 974] – Dishahihkan oleh Al-Haafizh Ibnu Hajar (Al-Futuuhaat Ar-Rabbaaniyyah 4/25); Imaam Az-Zarqaaniy (Mukhtashar Al-Maqaashid no. 159); Syaikh Al-Albaaniy (Silsilatu Ash-Shahiihah no. 2886).

2. حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ ، وَقُتَيْبَةُ ، وَابْنُ حُجْرٍ ، جميعا ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ ، قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ : حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ، أَخْبَرَنِي سَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ ، عَنْ عُمَرَ بْنِ كَثِيرِ بْنِ أَفْلَحَ ، عَنْ ابْنِ سَفِينَةَ ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ، أَنَّهَا قَالَتْ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ ، فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ : إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ، اللَّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيبَتِي ، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا ، إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا “

Telah menceritakan kepada kami Yahyaa bin Ayyuub, Qutaibah dan Ibnu Hujr, semuanya dari Ismaa’iil bin Ja’far. Ibnu Ayyuub berkata, telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil, telah mengkhabarkan kepadaku Sa’d bin Sa’iid, dari ‘Umar bin Katsiir bin Aflah, dari Ibnu Safiinah, dari Ummu Salamah, dia mengatakan, aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah, kemudian ia membaca apa yang sudah diperintahkan Allah : Inna Lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun, Allahumma ajirnii fii mushiibatii, wa akhlif lii khairan minhaa (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepadaNya, Ya Allah berikanlah pahala kepadaku didalam musibah ini dan gantilah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya). Kecuali Allah akan mengganti baginya dengan yang lebih baik.” [Shahiih Muslim no. 920]

3. حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ ، حَدَّثَنَا يَحْيَى ، عَنْ هِشَامِ بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ، عَنْ قَتَادَةَ ، عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْكَرْبِ : ” لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ “

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Yahyaa, dari Hisyaam bin Abu ‘Abdillaah, dari Qataadah, dari Abul ‘Aaliyah, dari Ibnu ‘Abbaas, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam ketika ditimpa kesulitan, biasa mengucapkan, “Laa Ilaaha Illallaahul ‘Azhiimul Haliim, laa Ilaaha Illallaahu Rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa Ilaaha Illallaahu Rabbus samawaati wa Rabbul ardhi wa Rabbul ‘arsyil kariim (Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Penyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Penguasa ‘arsy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan ‘arsy yang mulia).” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 6346; Al-Adabul Mufrad no. 702 dengan tambahan redaksi “Allaahumma ashrif syarrahu (Ya Allah, hindarkan aku dari keburukan).”]

4. حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيز ، قَالَ : حَدَّثَنَا هِلَالٌ مَوْلَانَا ، عَنِ أَبِي عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيز ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ ، عَنْ أُمِّهِ أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ ، قَالَت : عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهَا عِنْدَ الْكَرْبِ : ” اللَّهُ رَبِّي , لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا “

Telah menceritakan kepada kami Wakii’, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziiz, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Hilaal budak kami, dari ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziiz, dari ‘Abdullaah bin Ja’far, dari ibunya yaitu Asmaa’ binti ‘Umais, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang diucapkan ketika tertimpa kesulitan, “Allaahu Rabbii, laa usyriku bihi syai’aa (Allah Rabbku yang tidak aku sekutukan dengan sesuatu apapun).” [Musnad Ahmad no. 26541] – Dishahihkan Syaikh Al-Albaaniy (Silsilatu Ash-Shahiihah 6/593); Al-Haafizh Ibnu Katsiir berkata bahwa sanad dari jalan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziiz ini yang mahfuuzh (Jaami’ul Masaaniid wa As-Sunan no. 6193).

5. لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” [QS Al-Anbiyaa’ : 87]

6. أَنْبَأَنَا بَكْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّيْرَفِيُّ ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ النَّرْسِيُّ ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ سَابِقٍ ، ثنا إِسْرَائِيلُ ، عَنْ أَبِي سِنَانٍ ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَنْ قَالَ : أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثَلاثًا ، غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبُهُ ، وَإِنْ كَانَ فَارًّا مِنَ الزَّحْفِ “

Telah memberitakan kepada kami Bakr bin Muhammad Ash-Shairafiy, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘Ubaidillaah An-Narsiy, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Saabiq, telah menceritakan kepada kami Israa’iil, dari Abu Sinaan, dari Abul Ahwash, dari Ibnu Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Barangsiapa mengucapkan : Astaghfirullaah Al-‘Azhiim Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuum wa Atuubu Ilaiih, tiga kali, maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun ia melarikan diri dari peperangan.” [Al-Mustadrak Al-Haakim 1/511, 2/117] – Dishahihkan Syaikh Al-Albaaniy (Silsilatu Ash-Shahiihah no. 2727).

7. Dan disunnahkan untuk memperbanyak istighfar.

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ ، قَالَ : أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، قَالَ : قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً “

Telah menceritakan kepada kami Abul Yamaan, telah mengkhabarkan kepada kami Syu’aib, dari Az-Zuhriy, ia berkata, telah mengkhabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdurrahman, ia berkata, Abu Hurairah berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (memohon ampunan) dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 6307]

Demikian tuntunan Nabi kita Shallallaahu ‘alaihi wasallam ketika sedang ditimpa musibah dan kesulitan. Semoga Allah Ta’ala memberi kesabaran kepada kaum muslimin yang sedang tertimpa musibah dan mengukuhkan mereka diatas aqidah tauhiid sehingga mereka tidak menggunakan jasa dukun/paranormal untuk mengenyahkan kesulitan mereka. Sabar, banyak-banyak berdo’a dan selalu diatas jalan Allah dan RasulNya adalah jalan yang terbaik.

Allaahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s