Kisah Nabi Ibraahiim -‘Alaihissalaam- (2) : Perdebatan dengan Raja Namruudz

Gambar

Kisah ini terjadi setelah Nabi Ibraahiim diselamatkan Allah Ta’ala dari kobaran api. Raja yang lalim tersebut bernama Namruudz, nama dan nasabnya adalah Namruudz bin Kan’aan bin Kuusya bin Haam bin Nuuh, ini adalah pendapat Mujaahid, Ibnu Jariir dan yang lainnya. Ulama lain berpendapat Namruudz bin Faaligh bin ‘Aabir bin Shaalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuuh. Al-Imaam Mujaahid berkata bahwa tidak ada raja yang memerintah di bumi kecuali empat orang, dua raja adalah orang mu’miin dan dua lagi adalah orang kaafir. Yang mu’miin adalah Sulaimaan bin Daawud dan Dzulqarnain sementara yang kaafir adalah Namruudz bin Kuusya dan Bukhtanashshar (dikenal dengan nama Nebukadnedzar).

Raja Namruudz adalah pemimpin dan penguasa masyarakat Baabil. Dikatakan ia telah hidup dan memerintah Babilonia jauh sebelum Nabi Ibraahiim dilahirkan. Allah Ta’ala telah mengabadikan kisah perdebatan mereka dalam firmanNya :

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibraahiim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan)? Ketika Ibraahiim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang Menghidupkan dan Mematikan,” Maka orang itu berkata: “Aku dapat menghidupkan dan mematikan”. Ibraahiim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” Lalu terdiamlah orang kafir itu dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim. [QS Al-Baqarah : 258]

Al-Imaam ‘Abdurrazzaaq meriwayatkan dari Ma’mar, dari Zaid bin Aslam,

” أَنَّ أَوَّلَ جَبَّارٍ كَانَ فِي الأَرْضِ نُمْرُوذُ، قَالَ: وَكَانَ النَّاسُ يَخْرُجُونَ يَمْتَارُونَ مِنْ عِنْدِهِ الطَّعَامَ، قَالَ: فَخَرَجَ إِبْرَاهِيمُ يَمْتَارُ مَعَ مَنْ يَمْتَارُ، فَإِذَا مَرَّ بِهِ نَاسٌ، قَالَ: مَنْ رَبُّكُمْ؟ قَالُوا: أَنْتَ، حَتَّى مَرَّ بِهِ إِبْرَاهِيمُ، قَالَ: مَنْ رَبُّكَ؟ قَالَ: الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ، قَالَ: أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ، قَالَ إِبْرَاهِيمُ: فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ، فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ، قَالَ: فَرُدَّ بِغَيْرِ طَعَامٍ، قَالَ: فَرَجَعَ إِبْرَاهِيمُ إِلَى أَهْلِهِ، فَمَرَّ عَلَى كَثِيبِ مِنْ رَمْلٍ أَعْفَرَ، فَقَالَ: ” أَلا آخُذُ مِنْ هَذَا فَآتِي بِهِ أَهْلِي، فَتَطِيبُ أَنْفُسُهُمْ حِينَ أَدْخُلُ عَلَيْهِمْ، قَالَ: فَأَخَذَ مِنْهُ، فَأَتَى أَهْلَهُ، قَالَ: فَوَضَعَ مَتَاعَهُ، ثُمَّ نَامَ، قَالَ: فَقَامَتِ امْرَأَتُهُ إِلَى مَتَاعِهِ، فَفَتَحَتْهُ، فَإِذَا هُوَ بِأَجْوَدِ طَعَامٍ رَآهُ أَحَدٌ، فَصَنَعَتْ لَهُ مِنْهُ، فَقَرَّبَتْهُ إِلَيْهِ، وَكَانَ عَهْدُهُ بِأَهْلِهِ أَنَّهُ لَيْسَ عِنْدَهُمْ طَعَامٌ، فَقَالَ: مِنْ أَيْنَ هَذَا؟، فَقَالَتْ: مِنَ الطَّعَامِ الَّذِي جِئْتَ بِهِ، فَعَرَفَ أَنَّ اللَّهَ رَزَقَهُ، فَحَمِدَ اللَّهَ، ثُمَّ بَعَثَ اللَّهُ إِلَى الْجَبَّارِ مَلَكًا: أَنْ آمِنْ بِي، وَأَتْرُكُكَ عَلَى مُلْكِكَ، قَالَ: فَهَلْ رَبٌّ غَيْرِي؟ قَالَ: فَجَاءَهُ الثَّانِيَةَ، فَقَالَ لَهُ ذَلِكَ: فَأَبَى عَلَيْهِ، ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ، فَأَبَى عَلَيْهِ، فَقَالَ لَهُ الْمَلَكُ: فَاجْمَعْ جُمُوعَكَ إِلَى ثَلاثَةِ أَيَّامٍ، قَالَ: فَجَمَعَ الْجَبَّارُ جُمُوعَهُ، قَالَ: فَأَمَرَ اللَّهُ الْمَلَكَ، فَفَتَحَ عَلَيْهِ بَابًا مِنَ الْبَعُوضِ، قَالَ: فَطَلَعَتِ الشَّمْسُ فَلَمْ يَرَوْهَا مِنْ كَثْرَتِهَا، قَالَ: فَبَعَثَهَا اللَّهُ عَلَيْهِمْ، فَأَكَلَتْ لُحُومَهُمْ، وَضَرِبَتْ دِمَاءَهُمْ، فَلَمْ تُبْقِ إِلا الْعِظَامَ، وَالْمَلِكُ كَمَا هُوَ لَمْ يُصِبْهُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ، فَبَعَثَ اللَّهُ عَلَيْهِ بَعُوضَةً، فَدَخَلَتْ فِي مَنْخَرِهِ، فَمَكَثَ أَرْبَعَ مِائَةِ سَنَةٍ، يُضْرَبُ رَأْسُهُ، وَأَرْحَمُ النَّاسِ بِهِ مَنْ جَمَعَ يَدَيْهِ، ثُمَّ ضَرَبَ بِهِمَا رَأْسَهُ، وَكَانَ جَبَّارًا أَرْبَعَ مِائَةِ سَنَةٍ، فَعَذَّبَهُ اللَّهُ أَرْبَعَ مِائَةِ سَنَةٍ كَمُلْكِهِ، ثُمَّ أَمَاتَهُ اللَّهُ، وَهُوَ الَّذِي كَانَ بَنَى صَرْحًا إِلَى السَّمَاءِ، فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُ مِنَ الْقَوَاعِدِ، وَهُوَ الَّذِي قَالَ اللَّهُ: فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُمْ مِنَ الْقَوَاعِدِ “

Zaid menyebutkan bahwa raja yang pertama kali memerintah di bumi adalah Namruudz. Dahulu dia adalah manusia yang mempunyai paling banyak makanan dan orang-orang bergantian mendatanginya. Kemudian keluarlah Ibraahiim bersama orang-orang tersebut. Jika mereka melewatinya, maka Namruudz akan bertanya, “Siapa Rabb kalian?” Mereka menjawab, “Engkau!” Hingga lewatlah Ibraahiim di hadapannya. Namruudz bertanya, “Siapa Rabbmu?” Dijawab oleh Ibraahiim, “Rabbku adalah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan,” Namruudz berkata, “Akulah yang menghidupkan dan mematikan,” Ibraahiim membalas, “Sesungguhnya Allah yang menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat!” Maka terbungkamlah raja yang kafir itu, dan Ibraahiim berlalu tanpa diberi makanan.

Zaid bin Aslam melanjutkan, ketika Ibraahiim tiba di rumah keluarganya, ia melewati tumpukan pasir didekat kantong pasir kosong, ia berkata, “Aku tidak akan mendatangi keluargaku kecuali aku akan ambil sebagian dari pasir ini yang akan menyibukkan mereka ketika aku memasuki rumah.” Maka Ibraahiim pun mengambil pasir tersebut dan memasuki rumah keluarganya kemudian ia meletakkannya dan pergi tidur. Istrinya (Sarah) berdiri dan menghampiri kantong yang dibawa Ibraahiim, ia pun membukanya, seketika itu juga ia melihat didalamnya bahan makanan yang berkualitas tinggi dan ia segera mengolahnya, kemudian ia membawanya kepada Ibraahiim, pada waktu itu di keluarga tersebut belum pernah ada makanan lezat seperti itu. Maka bertanyalah Ibraahiim, “Darimana makanan ini?” Istrinya menjawab, “Dari makanan yang kau bawa tadi,” Tahulah Ibraahiim bahwa itu adalah rezeki dari Rabbnya dan ia pun mengucapkan syukur kepadaNya.

Zaid bin Aslam berkata, kemudian Allah mengutus malaikat yang memerintahkan Namruudz untuk beriman kepada Allah dan meninggalkan kesombongannya. Namruudz menolaknya seraya berkata, “Apakah ada Rabb selainku?” Lalu datanglah malaikat yang kedua kali dan Namruudz mengatakan sama seperti pertama, ia menolaknya. Lalu datanglah malaikat yang ketiga kali dan Namruudz lagi-lagi menolaknya. Akhirnya malaikat berkata, “Kumpulkanlah pasukanmu selama tiga hari.” Namruudz menjawab, “Aku akan mengumpulkan orang-orang yang kuat secara serempak.” Zaid berkata, Allah memerintahkan kepada malaikat untuk membuka pintu pasukan nyamuk hingga nanti Namruudz dan pasukannya tidak akan dapat melihat matahari sedikitpun (saking banyaknya nyamuk tersebut hingga memenuhi langit). Kemudian Allah mengirim pasukan nyamuk yang memakan daging pasukan Namruudz dan menghisap darah mereka hingga tidak ada lagi yang tersisa kecuali tulang belulang, dan sang raja kafir belum pernah mengalami sesuatu yang seperti ini. Maka Allah mengirim nyamuk-nyamuk tersebut kepada Namruudz yang kemudian masuk ke tubuhnya melalui saluran pernapasannya dan menetap disana selama 400 tahun, menginfeksi kepalanya dan membuat orang-orang kasihan kepadanya, mereka berkumpul kemudian memukul-mukulkan kepala Namruudz (agar nyamuk-nyamuk tersebut keluar).

Namruudz memerintah selama 400 tahun, maka Allah mengadzabnya selama 400 tahun seperti lama kekuasaannya hingga ia pun dibinasakan Allah. Dahulu Namruudz membangun sebuah bangunan yang menjulang tinggi ke langit (sebagai tanda kekuasaan dan kesombongannya), maka Allah menghancurkannya dari fondasinya, seperti yang difirmankan Allah Ta’ala :

فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُمْ مِنَ الْقَوَاعِدِ
Maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya. [QS An-Nahl : 26]

[Tafsiir ‘Abdurrazzaaq no. 328].

Allaahu a’lam
(bersambung — Insya Allah)

Sumber : Al-Bidaayah wa An-Nihaayah karya Al-Haafizh Ibnu Katsiir, tahqiiq Syaikh Dr. ‘Abdullaah bin ‘Abdul Muhsin At-Turkiy. Edisi Indonesia penerbit Pustaka Azzam -dengan penambahan dan pengurangan-.

One thought on “Kisah Nabi Ibraahiim -‘Alaihissalaam- (2) : Perdebatan dengan Raja Namruudz

  1. Pingback: Kisah Nabi Ibraahiim -’Alaihissalaam- (6) : Kelahiran Ishaaq dan Wafatnya Nabi Ibraahiim | Al-Muhandisu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s