Dahulu…….

trees_field_glow-1366x768Dahulu, ‘Iraaq adalah negerinya para ulama, siapa yang tak kenal kota Baghdaad dengan Imam Ahmad bin Hanbal? Kota Kuufah dengan Imam Abu Haniifah dan Imam Sufyaan Ats-Tsauriy? Kota Bashrah dengan Imam Al-Hasan Al-Bashriy?
Namun, sekarang negeri ‘Iraaq telah porak-poranda, negeri ilmu dan para ulama itu seakan-akan hilang ditelan zaman karena perang dan diterkam musuh-musuh Islam.

Dahulu, ‘Iraan adalah negerinya para ulama, siapa yang tak kenal kota Ishfahan dengan Imam Abu Nu’aim Al-Ashbahaaniy dan Abu Asy-Syaikh ‘Abdullaah bin Muhammad bin Ja’far bin Hayyaan Al-Ashbahaaniy? Kota Nisaphur (Naisabur) dengan Imam Ishaaq bin Raahawaih dan Imam Muslim bin Al-Hajjaaj? Kota Thabaristan dengan Imam Ibnu Jariir Ath-Thabariy? Kota Sijistan dengan Imam Abu Daawud As-Sijistaaniy? Kota Qazwiin dengan Imam Ibnu Maajah Al-Qazwiiniy? Kota Khurasan dengan Imam Abu ‘Abdurrahman An-Nasaa’iy? Kota Ray dengan duet maut Imam Abu Haatim dan Abu Zur’ah Ar-Raaziy?
Namun, sekarang negeri ‘Iraan telah berubah menjadi pusat agama syi’ah rafidhah dengan segala pernak-pernik mut’ahnya, bahkan ada anekdot, “negeri 1001 mut’ah.” Allaahul Musta’an…

Dahulu, Syaam adalah negerinya para ulama, siapa yang tak kenal Imam Abu Zur’ah Ad-Dimasyqiy? Imam Abul Qaasim Ath-Thabaraaniy? Imam Abul Qaasim Ibnu ‘Asaakir? Imam An-Nawawiy Asy-Syaafi’iy? Imam Ibnu Qudaamah Al-Hanbaliy? Kemudian berlanjut ke era Syaikhul Islaam Ibnu Taimiyyah, Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Dua Imam Mu’arrikh, Adz-Dzahabiy dan Ibnu Katsiir?
Namun, lihatlah sekarang, negeri tersebut porak-poranda karena kekejian sang diktator beraliran syi’ah isma’iliyyah, bernama Bashar Asad -qatalahullah-, negeri ilmu dan ulama tersebut sekarang bising oleh peluru dan bau bubuk mesiu.

Dahulu, Mesir adalah negerinya para ulama, dan hingga sekarang pun tetap sebagai negeri ilmu dan para ulama dengan institusi Al-Azhar berada di garis depan sebagai penyokong da’i-da’i dan pejuang-pejuang dakwah yang penuh barokah.
Namun, bumi Kinaanah yang aman dan damai akhir-akhir ini bergejolak, darah tertumpah dan seakan-akan gambaran kehancuran itupun begitu nyata, akankah negeri Nabi Yuusuf ‘Alaihissalaam ini bernasib seperti negeri-negeri lainnya yang hancur karena perang?

Indonesia, dahulu dan sekarang, tetap sebagai negerinya para walisongo, negeri yang melahirkan komunitas muslim terbesar sedunia. Dan, geliat aktivitas keagamaan begitu nyata nampak di negeri ini, mereka -semoga Allah selalu menjaga mereka- begitu concern dengan nasib saudara-saudara mereka kaum muslimin yang tengah tertindas dengan mengirim relawan ke daerah-daerah konflik maupun dengan membuka posko-posko relawan atau bantuan untuk kemudian disalurkan ke daerah konflik yang membutuhkan, sementara sebagian lagi tampak tidak peduli dengan nasib kaum muslimin, pikir mereka, “Buat apa mengurusi orang lain? Mengurus negeri sendiri saja masih sangat susah, masih banyak korupsi disana-sini!” Yah, itulah mungkin secuil gambaran negeri ini…

Kami berdo’a semoga Allah Ta’ala melindungi kaum muslimin di semua negeri-negeri baik yang berada di negeri muslim maupun di negeri kufar, semoga Allah Ta’ala menyatukan hati kaum muslimin diatas bendera Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam dan tidak diatas bendera ashobiyah dan fanatisme golongan, semoga Allah Ta’ala melindungi negeri-negeri kaum muslimin dari makar musuh-musuh Islam maupun dari musuh-musuh yang salah satunya pura-pura menampakkan diri sebagai pengikut ahlul bait padahal sejatinya zindiq.

Aamiin Yaa Mujibas Sa’ilin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s