Memakai Alat Kontrasepsi Tanpa Seizin Suami

pil kbSebuah pertanyaan diajukan di situs IslamQA :

طبيبة أمراض نساء جاءتها سيدة تطلب منها دواء لمنع الحمل من غير إذن زوجها ؛ بحجة أن زوج هذه السيدة متزوج من أخرى وعنده منها أولاد ، وهى ما زالت تدرس في الجامعة . فهل يجوز للطبيبة أن تكتب لها الدواء أم تمتنع ؟.

Seorang wanita mendatangi dokter ginekologis untuk meminta obat pencegah kehamilan dan tanpa seizin suaminya, atas dasar bahwa suami si wanita ini menikah lagi dengan wanita yang lain dan ia memiliki anak dari istri keduanya, sementara istri keduanya ini masih kuliah di universitas. Apakah boleh bagi dokter tersebut untuk memberikan resep obat bagi si wanita ataukah ia menolaknya?

Jawaban :

” يحرم عليها أخذ ما يمنع الحمل بغير رضى زوجها ، لأن الولد حق للزوج والزوجة ، ولهذا قال العلماء : يحرم على الرجل أن يعزل عن زوجته بدون رضاها .

والعزل هو : الإنزال خارج الفرج لئلا تحمل المرأة ، ولكن لو رضي الزوجان بتناول هذه الحبوب جاز ، لأنه شبيه بالعزل الذي كان الصحابة يفعلونه ، كما قال جابر رضي الله عنه : كنا نعزل والقرآن ينزل .

أي لو كان منهياً عنه نهى عنه القرآن ، ولكن لا ينبغي تناول هذه الحبوب ، لأن ذلك مضاد لما يريده النبي صلى الله عليه وسلم من هذه الأمة من إكثار الولد .

وأقول لكم إن أصل وجود هذه الحبوب هم اليهود وغيرهم من أعداء المسلمين ، الذين يريدون استئصال هذه الأمة وقلتها ، وتظل مفتقرة لغيرها ، لأنه كلما قلّ العدد قل الإنتاج ، وكلما زاد العدد زاد الإنتاج ، وهذا في الزراعة والصناعة والتجارة وكل شيء ، والأمم اليوم تكون لها المهابة إن كانت كثيرة ، حتى إن لم تكن متقدمة في الصناعة ، لأن العدد يرهب العدو .

فندعوا المسلمين لكثرة الإنجاب ما لم تكن هناك ظروف من مرض أو ضعف صحة المرأة أو لا تضع إلا بعملية ، فهذه حاجات ، وللحاجات أحكام ” اهـ فضيلة الشيخ ابن عثيمين في فتاوى المرأة المسلمة (2/556)

راجع السؤال رقم ( 21169 )

وإذا كان أخذها لهذه الحبوب حراماً ، فإنه يحرم معاونتها على ذلك ، لقول الله تعالى : ( وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ) المائدة/2.

Diharamkan bagi wanita tersebut untuk menggunakan segala hal yang dapat mencegah kehamilan tanpa ridha suaminya karena karunia anak adalah hak sepasang suami-istri. Dan dengan ini pula berkatalah para ulama, “Diharamkan bagi seorang laki-laki ber-‘azl dari istrinya tanpa ridha istrinya tersebut.”

Dan yang dimaksud ‘Azl adalah : ejakulasi diluar farji agar istrinya tidak hamil. Akan tetapi jika sepasang suami istri memang menyetujui untuk menggunakan pil-pil kontrasepsi ini, maka dibolehkan karena ia menyerupai dengan ‘azl yang pernah dilakukan oleh para sahabat, sebagaimana Jaabir radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Kami melakukan ‘azl sementara Al-Qur’an masih diturunkan.”

Maksudnya (perkataan Jaabir) adalah, jika ia dilarang, maka pasti Al-Qur’an akan melarangnya. Namun bagaimanapun, sebaiknya tidak mengkonsumsi pil-pil ini dikarenakan ia bertentangan dengan apa yang diinginkan oleh Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam agar umat ini memperbanyak keturunan.

Dan aku katakan bahwasanya pil-pil ini adalah buatan orang-orang Yahudi dan yang seperti mereka dari kalangan musuh-musuh kaum muslimin, yang mana mereka menginginkan untuk memberantas umat ini dengan mengurangi jumlahnya dan membiarkan mereka saling bergantung satu sama lain dikarenakan dengan semakin berkurangnya jumlah umat ini maka akan sedikit pula tingkat produktivitasnya dan semakin bertambah jumlah umat ini maka akan bertambah pula tingkat produktivitasnya, baik itu di bidang pertanian, industri, perdagangan dan semuanya. Dan pada umumnya hari ini, sebuah bangsa akan memiliki kehormatan jika mereka berjumlah banyak walaupun mereka tidak maju dalam bidang industri, karena jumlah yang banyak dibenci musuh.

Maka aku menyerukan kepada kaum muslimin untuk memperbanyak keturunan jika tidak ada kondisi-kondisi seperti sakit atau menurunnya kesehatan seorang istri atau tidak bisa hamil kecuali melalui proses operasi dan ini adalah kebutuhan (khusus), padanya berlaku hukum (yang khusus pula). Selesai kutipan.

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shaalih Al-‘Utsaimin, Fataawaa Al-Mar’atul Muslimah (2/556)

Jika mengkonsumsi pil-pil ini (tanpa persetujuan suami) adalah haram maka diharamkan pula menolongnya ke arah tersebut. Allah Ta’ala telah berfirman :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” [QS Al-Maa’idah : 2]

Tim IslamQA.

Wallaahu a’lamu bishshawwaab.

Sumber : http://islamqa.info/ar/45177

One thought on “Memakai Alat Kontrasepsi Tanpa Seizin Suami

  1. Pingback: Memakai Alat Kontrasepsi Tanpa Seizin Suami | Al-Muntaqa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s