Hadits “Sesungguhnya Setan Meletakkan Penutupnya pada Hati Anak Adam…”

Healthy-HeartTersebar di beberapa saudara-saudara kita yang sering mengikuti kegiatan rohis di kampus-kampus, sebuah hadits yang dinisbatkan kepada Al-Imam Abu Ya’laa, dengan matan sebagai berikut, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya setan meletakkan penutupnya pada hati anak Adam, jika ia melakukan dzikrullaah, maka setan akan lari. Dan jika ia melupakan Allah maka setan akan menguasai hati.” [HR Abu Ya’laa]

Shahihkah hadits ini?

Hadits mengenai keutamaan berdzikir untuk mengingat Allah ini dikeluarkan oleh Al-Imam Abu Ya’laa Al-Maushiliy rahimahullah dengan sanad dan matan yang benar sebagai berikut :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَحْرٍ، حَدَّثَنَا عَدِيُّ بْنُ أَبِي عُمَارَةَ، حَدَّثَنَا زِيَادٌ النُّمَيْرِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ” إِنَّ الشَّيْطَانَ وَاضِعٌ خَطْمَهُ عَلَى قَلْبِ ابْنِ آدَمَ، فَإِنْ ذَكَرَ اللَّهَ خَنَسَ، وَإِنْ نَسِيَ الْتَقَمَ قَلْبَهُ فَذَلِكَ الْوَسْوَاسُ الْخَنَّاسُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bahr, telah menceritakan kepada kami ‘Adiy bin Abi ‘Umaarah, telah menceritakan kepada kami Ziyaad An-Numairiy, dari Anas bin Maalik radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya setan meletakkan tali kekangnya pada hati anak keturunan Adam, jika anak Adam berdzikir kepada Allah maka setan akan meninggalkannya, jika anak Adam melupakan (berdzikir kepada Allah) maka setan akan menelan hatinya, itulah yang disebut Al-Waswaasul Khannaas.”
[Musnad Abu Ya’laa 7/278]

Dikeluarkan pula oleh Ibnu ‘Adiy (Al-Kaamil 4/129); Ibnu Abid Dunya (At-Taubah no. 92; Makaayid Asy-Syaithaan no. 22); Al-Baihaqiy (Syu’abul Iimaan no. 540); Ath-Thabaraaniy (Ad-Du’aa’ no. 1862); Ibnu Syaahiin (At-Targhiib no. 154); Abu Nu’aim Al-Ashbahaaniy (Hilyatul Auliyaa’ 6/268); Al-Waahidiy (Al-Wasiith 4/575), semua dari jalan ‘Adiy bin Abi ‘Umaarah, dari Ziyaad, dari Anas secara marfuu’.

Al-Haafizh menyebutkannya dalam Al-Mathaalibul ‘Aaliyah 14/72 dan menisbatkannya pada Al-Imam Abu Ya’laa. As-Suyuuthiy dalam Ad-Durrul Mantsuur 15/807 menisbatkannya pada Ibnu Abid Dunya, Abu Ya’laa, Ibnu Syaahiin dan Al-Baihaqiy, dari Anas bin Maalik.

Pada sanad hadits terdapat dua cacat, sebagaimana yang akan disebutkan oleh para huffazzh berikut.

Abul Hasan Al-Haitsamiy berkata :

رواه أبو يعلى وفيه عدي بن أبي عمارة وهو ضعيف

“Diriwayatkan Abu Ya’laa dan didalamnya ada ‘Adiy bin Abi ‘Umaarah, dia dha’if.” [Majma’ Az-Zawaa’id 7/152]

‘Adiy bin Abi ‘Umaarah Adz-Dzaara’ Al-Bashriy, Ahmad berkata “syaikh”, Al-‘Uqailiy mengisyaratkan akan kelemahannya seraya berkata “didalam haditsnya terdapat idhtirab”, Abu Haatim berkata “tidak ada yang salah dengannya”. [Adh-Dhu’afaa’ Al-‘Uqailiy no. 1412; Al-Jarh wa At-Ta’diil 7/4; Miizaanul I’tidaal 5/79]

Abul Fadhl Ibnu Thaahir Al-Maqdisiy berkata :

رواه زياد بن عبد الله النميري، عن أنس، وزياد ضعيف

“Diriwayatkan Ziyaad bin ‘Abdillaah An-Numairiy, dari Anas, dan Ziyaad dha’if.” [Dzakhiiratul Huffaazh no. 895]

Ziyaad bin ‘Abdillaah An-Numairiy Al-Bashriy, dilemahkan Ibnu Ma’iin, Abu Haatim berkata “ditulis haditsnya namun tidak dijadikan hujjah”, Ibnu Hibbaan memasukkannya dalam Ats-Tsiqaat seraya berkata “yukhti’, dia seorang ahli ibadah”, sekaligus memasukkannya pula dalam Al-Majruuhiin, ia berkata “munkarul hadiits, tidak boleh menjadikan haditsnya hujjah”, dan Adz-Dzahabiy mengomentarinya sebagai tanaaqudh (kontradiksi) Ibnu Hibbaan, Ibnu ‘Adiy berkata “menurutku jika seorang tsiqah meriwayatkan darinya, maka tidak mengapa dengan haditsnya”, Al-Haafizh berkata “dha’if”, Al-Arnaa’uuth dan Basyaar ‘Awwaad berkata “dha’if, memerlukan penguat”. [Al-Kaamil 4/130; Miizaanul I’tidaal 3/132; Ats-Tsiqaat 4/255; Al-Majruuhiin 1/306; Taqriibut Tahdziib no. 2087; Tahriirut Taqriib 1/426]

Maka, sanad hadits ini dha’if dengan kelemahan seperti yang telah kami sebutkan diatas.

Dilemahkan Al-Haafizh Al-‘Asqalaaniy dalam Tuhfatun Nubalaa’ hal. 93 dan As-Suyuuthiy dalam Al-Jaami’ush Shaghiir no. 2031, Ibnu Katsiir berkata bahwa hadits ini ghariib dalam Tafsiir-nya 8/558.

Abul ‘Abbaas Al-Buushiiriy mengisyaratkan syaahid hadits ini, seraya berkata :

وله شاهد من حديث إبن عباس رواه الحاكم في المستدرك، وقال : صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه

“Hadits ini memiliki syaahid dari hadits Ibnu ‘Abbaas yang diriwayatkan Al-Haakim dalam Al-Mustadrak, ia berkata, “Shahiih sesuai syarat Asy-Syaikhain namun keduanya tidak mengeluarkannya.” [Ithaaf Al-Khairah 8/220]

Al-Imam Al-Haakim berkata :

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الصَّنْعَانِيُّ، بِمَكَّةَ، ثنا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبَّادٍ، أَنْبَأَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَنْبَأَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنْ حَكِيمِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: ” مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلا عَلَى قَلْبِهِ الْوَسْوَاسُ، فَإِنْ ذَكَرَ اللَّهَ خَنَسَ، وَإِنْ غَفَلَ وَسْوَسَ، وَهُوَ قَوْلُهُ تَعَالَى: الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Aliy Ash-Shan’aaniy -di Makkah-, telah menceritakan kepada kami Ishaaq bin Ibraahiim bin ‘Abbaad, telah memberitakan ‘Abdurrazzaaq, telah memberitakan Sufyaan Ats-Tsauriy, dari Hakiim bin Jubair, dari Sa’iid bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbaas radhiyallaahu ‘anhuma, ia berkata, “Tidaklah manusia itu lahir melainkan didalam hatinya terdapat was-was setan, jika ia berdzikir kepada Allah maka (was-was tersebut) akan meninggalkannya, dan jika ia lalai (berdzikir) maka timbullah was-was. Allah Ta’ala berfirman, “Al-Waswaasil khannaas (QS An-Naas : 4).”
[Al-Mustadrak 2/636] – Dan sanad ini hanya mauquuf.

Al-Haafizh Al-‘Asqalaaniy berkata dalam Taghliiqut Ta’liiq 4/381 :

وَرَوَاهُ الْحَاكِمُ فِي الْمُسْتَدْرَكِ، مِنْ حَدِيثِ سُفْيَانَ بِهِ. وكذا رواه عبثر بن القاسم، عن الأعمش، عن حكيم بن جبير به. وحكيم ضعيف الحديث

“Dan diriwayatkan Al-Haakim dalam Al-Mustadrak dari hadits Sufyaan dengannya. Dan seperti ini pula diriwayatkan ‘Abtsar bin Al-Qaasim, dari Al-A’masy, dari Hakiim bin Jubair dengannya, dan Hakiim haditsnya dha’if.”

Hakiim bin Jubair Al-Asadiy, maulaa keluarga Al-Hakam bin Abul ‘Aash, disepakati akan kelemahannya. Ahmad melemahkannya dan ia berkata “haditsnya mudhtharib”, Ibnu Ma’iin berkata “tidak ada nilainya”, Syu’bah tidak meriwayatkan haditsnya, ia berkata “aku takut akan neraka (jika meriwayatkannya)”, Al-Jauzajaaniy berkata “seorang pendusta”, Abu Haatim berkata “tasyayyu’, haditsnya dha’if dan mungkar”, An-Nasaa’iy berkata “laisa bil qawiy”, Ad-Daaruquthniy berkata “matruuk”. [Tahdziibul Kamaal no. 1452]

Sanad mauquuf ini dha’if, namun Hakiim bin Jubair mendapatkan mutaba’ah dari Manshuur bin Al-Mu’tamir, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Bakr bin Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya :

حدثنا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، فِي قَوْلِهِ: الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ قَالَ: ” الشَّيْطَانُ جَاثِمٌ عَلَى قَلْبِ ابْنِ آدَمَ، فَإِذَا سَهَا وَغَفَلَ وَسْوَسَ، وَإِذَا ذَكَرَ اللَّهَ خَنَسَ

Telah menceritakan kepada kami Jariir, dari Manshuur, dari Sa’iid bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbaas, mengenai firmanNya, “Al-Waswaasil Khannaas,” Ibnu ‘Abbaas berkata, “Setan menetap pada hati anak keturunan Adam, jika anak Adam terlupa dan lalai (dari berdzikir kepada Allah) maka setan akan menimbulkan waswas, dan jika ia berdzikir kepada Allah maka setan akan meninggalkannya.”
[Al-Mushannaf no. 35781]

Dikeluarkan pula oleh Ibnu Jariir Ath-Thabariy (Jaami’ul Bayaan 24/754); Abu Daawud (Az-Zuhd no. 351).

Dan sanad hadits ini shahih, para perawinya adalah para perawi Ash-Shahiihain. Manshuur bin Al-Mu’tamir bin ‘Abdillaah bin Rabii’ah As-Sulamiy, Abu ‘Uttaab Al-Kuufiy, Al-Haafizh dalam At-Taqriib no. 6908 berkata bahwa ia tsiqah tsabt. Sementara Jariir dalam sanad ini adalah Jariir bin ‘Abdil Hamiid bin Qurth Adh-Dhabbiy, Abu ‘Abdillaah Ar-Raaziy Al-Qaadhiy, Al-Haafizh dalam At-Taqriib no. 916 berkata bahwa ia tsiqah shahiihul kitaab, dikatakan di akhir umurnya ia mengalami wahm dari hapalannya.

Khulashah Sanad Hadits dan Kesimpulan

Sebagaimana telah terurai diatas, maka hadits “Sesungguhnya setan meletakkan tali kekangnya pada hati anak keturunan Adam, jika anak Adam berdzikir kepada Allah maka setan akan meninggalkannya, jika anak Adam melupakan (berdzikir kepada Allah) maka setan akan menelan hatinya, itulah yang disebut Al-Waswaasul Khannaas,” adalah hadits yang lemah jika dinisbatkan kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, namun yang benar ia bersumber dari perkataan Ibnu ‘Abbaas.

Muhaqqiq kitab Al-Mathaalibul ‘Aaliyah 14/74 berkata bahwa walaupun sanadnya mauquuf hingga Ibnu ‘Abbaas namun hadits ini dapat dibawa kepada hukum marfuu’ dikarenakan hal ini termasuk kepada perkara-perkara ghaib yang mana tidak ada ruang bagi ra’yu seseorang untuk melakukan ijtihad di dalamnya.

Terlebih lagi telah disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an agar kita dianjurkan banyak-banyak berdzikir. Seperti firman Allah Ta’ala berikut :

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [QS Al-A’raaf : 200]

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [QS Fushshilat : 36]

Memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala adalah dengan beristi’adzah dan isti’adzah adalah termasuk ke dalam jenis dzikir.

Firman Allah Ta’ala :

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” [QS An-Nisaa’ : 103]

Al-Imam Al-Husain bin Mas’uud Al-Baghawiy berkata menafsiri ayat diatas, “Maksudnya adalah mengingat Allah di segala keadaan baik itu ketika sehat, sakit ataupun ketika tertimpa bahaya dan ketika lapang maupun sempit. Dikatakan, berdzikirlah kepada Allah dengan kalimat tasbih, tahmid, tahlil dan tamjid dalam segala keadaan.” [Ma’aalimut Tanziil 2/281]

Yang dimaksud kalimat tamjid adalah kalimat “Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha ilallah, wallahu akbar.” Al-Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad yang shahih hingga Abu Sa’iid Al-Khudriy dan Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ اصْطَفَى مِنْ الْكَلَامِ أَرْبَعًا سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ بِهَا عِشْرُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ عِشْرُونَ سَيِّئَةً وَمَنْ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَ لَهُ بِهَا ثَلَاثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا ثَلَاثُونَ سَيِّئَةً

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah memilih empat perkataan, yaitu Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha ilallah, wallahu akbar, barangsiapa mengucapkan “Subhanallah” maka akan dituliskan untuknya dua puluh kebaikan dan dihapuskan darinya dua puluh kesalahan, dan barangsiapa mengucapkan “Allahu Akbar” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan “Laa ilaaha illallah” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin” dari dalam hatinya, maka akan dituliskan untuknya tiga puluh kebaikan dan dihapuskan darinya tiga puluh kesalahan.”
[Musnad Ahmad no. 8032]

Allah Ta’ala berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” [QS Ar-Ra’d : 28]

Selesai. Semoga bermanfaat.
Wallaahu a’lam

Tangerang, 4 Jumadil Akhir 1435 H

Tommi Marsetio -wafaqahullah-

One thought on “Hadits “Sesungguhnya Setan Meletakkan Penutupnya pada Hati Anak Adam…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s