Shahih Atsar Ibnu Mas’uud : Kaum yang Mengajak Kepada Al-Qur’an Namun Meninggalkannya

quran holyAtsar ‘Abdullaah bin Mas’uud ini diriwayatkan oleh Al-Imam ‘Abdullaah bin ‘Abdirrahman, Abu Muhammad Ad-Daarimiy rahimahullah dengan sanad dan matan :

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ وَأَبُو النُّعْمَانِ عَنْ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَ قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ عَلَيْكُمْ بِالْعِلْمِ قَبْلَ أَنْ يُقْبَضَ وَقَبْضُهُ أَنْ يُذْهَبَ بِأَصْحَابِهِ عَلَيْكُمْ بِالْعِلْمِ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي مَتَى يُفْتَقَرُ إِلَيْهِ أَوْ يُفْتَقَرُ إِلَى مَا عِنْدَهُ إِنَّكُمْ سَتَجِدُونَ أَقْوَامًا يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ يَدْعُونَكُمْ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَقَدْ نَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ فَعَلَيْكُمْ بِالْعِلْمِ وَإِيَّاكُمْ وَالتَّبَدُّعَ وَإِيَّاكُمْ وَالتَّنَطُّعَ وَإِيَّاكُمْ وَالتَّعَمُّقَ وَعَلَيْكُمْ بِالْعَتِيقِ

Telah menceritakan kepada kami Sulaimaan bin Harb, dan Abu An-Nu’maan, dari Hammaad bin Zaid, dari Ayyuub, dari Abu Qilaabah, ia berkata, Ibnu Mas’uud -radhiyallaahu ‘anhu- berkata, “Wajib atas kalian mempelajari ilmu sebelum ia dicabut dan tercabutnya ilmu adalah dengan cara diwafatkan pemiliknya (yaitu para ulama, -pent). Wajib atas kalian mempelajari ilmu karena sesungguhnya salah seorang dari kalian tidaklah mengetahui kapan ia membutuhkannya atau membutuhkan pada apa yang terdapat di sisinya. Sesungguhnya kalian akan mendapati kaum-kaum yang mereka menyangka bahwasanya mereka mengajak kalian kepada Kitabullah namun ternyata mereka melemparkannya ke belakang punggung mereka. Maka wajib atas kalian mempelajari ilmu, hendaklah kalian menjauhi bid’ah, hendaklah kalian tidak melebih-lebihkan pembicaraan dan hendaklah kalian tidak melampaui batas terhadap sesuatu, dan wajib atas kalian berpegang teguh pada atsar.”
[Sunan Ad-Daarimiy 1/251, Muqaddimah]

Dan diriwayatkan juga oleh Al-Imam Ad-Daarimiy dengan matan yang lebih ringkas :

أَخْبَرَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ قَبْلَ أَنْ يُقْبَضَ وَقَبْضُهُ أَنْ يَذْهَبَ أَهْلُهُ أَلَا وَإِيَّاكُمْ وَالتَّنَطُّعَ وَالتَّعَمُّقَ وَالْبِدَعَ وَعَلَيْكُمْ بِالْعَتِيقِ

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul Mughiirah, telah menceritakan kepada kami Al-Auzaa’iy, dari Yahyaa bin Abi Katsiir, dari Abu Qilaabah, ia berkata, ‘Abdullaah bin Mas’uud berkata, “Pelajarilah ilmu sebelum ia dicabut dan tercabutnya ilmu adalah dengan cara diwafatkan pemiliknya. Aku ingatkan agar kalian menjauhi pembicaraan yang berlebih-lebihan, melampaui batas terhadap sesuatu, dan bid’ah. Wajib atas kalian berpegang teguh pada atsar.”
[Sunan Ad-Daarimiy 1/251, Muqaddimah]

Atsar ini dikeluarkan pula oleh Al-Baihaqiy (Al-Madkhal 1/349); Ath-Thabaraaniy (Mu’jam Al-Kabiir 9/170); Ibnu Baththah (Al-Ibaanah Al-Kubraa 1/89); ‘Abdullaah bin Muhammad Al-Anshaariy (Dzammul Kalaam 4/263); Ma’mar bin Raasyid (Jaami’ no. 20465); Ibnu Wadhdhaah (Al-Bida’ no. 64); Al-Marwaziy (As-Sunnah no. 86); Al-Laalikaa’iy (Syarh Ushuulil I’tiqaad Ahlissunnah no. 108); Ibnu ‘Abdil Barr (Jaami’ul Bayaan no. 1017); Al-Khathiib Al-Baghdaadiy (Al-Faqiih wal Mutafaqqih 1/43); Ibnu Hibbaan Al-Bustiy (Raudhatul ‘Uqalaa’ no. 8); kesemuanya dari jalan Ayyuub, dari Abu Qilaabah, Ibnu Mas’uud berkata.

Pembahasan Sanad

Atsar ini para perawinya adalah para perawi Ash-Shahiihain. Abu An-Nu’maan adalah Muhammad bin Al-Fadhl As-Saduusiy Al-Bashriy, atau yang lebih dikenal dengan laqab ‘Aarim, seorang yang tsiqah tsabt namun hapalannya berubah di akhir usianya. [Taqriibut Tahdziib no. 6226]

Sedangkan Abul Mughiirah adalah ‘Abdul Qudduus bin Al-Hajjaaj Al-Khaulaaniy Asy-Syaamiy, kata Al-Haafizh Al-‘Asqalaaniy ia tsiqah. [Taqriibut Tahdziib no. 4145]

Satu-satunya ‘illat pada sanad ini bersumber pada Abu Qilaabah, ia adalah ‘Abdullaah bin Zaid bin ‘Amr Al-Jarmiy Al-Bashriy, ia tsiqah faadhil namun banyak memursalkan riwayat. [Taqriibut Tahdziib no. 3333]

Dan kedua jalur riwayat ini munqathi’ dengan sebab Abu Qilaabah Al-Jarmiy tidak pernah bertemu dengan Ibnu Mas’uud, sebagaimana dikatakan Abul Hasan Al-Haitsamiy dalam Majma’ Az-Zawaa’id 1/126. Oleh karenanya sanadnya dha’if karena sebab tersebut.

Namun sanad ini di-maushulkan oleh Al-Imam Abu Bakr Al-Baihaqiy dari jalur lain, sebagaimana diisyaratkan olehnya setelah mengomentari sanad Abu Qilaabah :

هَذَا مُرْسَلٌ، وَرُوِيَ مَوْصُولا مِنْ طَرِيقِ الشَّامِيِّينَ

“Hadits ini mursal, dan diriwayatkan secara maushuul dari jalur penduduk Syaam.” [Al-Madkhal 1/349]

Sanad yang maushuul tersebut adalah :

أَخْبَرَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ بْنُ الْفَضْلِ الْقَطَّانُ، أنبا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ، ثنا يَعْقُوبُ بْنُ سُفْيَانَ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ مُهَاجِرٍ، ثنا الْعَبَّاسُ بْنُ سَالِمٍ اللَّخْمِيُّ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ عَائِذِ اللَّهِ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلانِيِّ، قَالَ: قَامَ فِينَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ عَلَى دَرَجِ هَذِهِ الْكَنِيسَةِ فَمَا أَنْسَى أَنْسَى أَنَّهُ يَوْمَ خَمِيسٍ، فَقَالَ: ” يَا أَيُّهَا النَّاسُ، عَلَيْكُمْ بِالْعِلْمِ قَبْلَ أَنْ يُرْفَعَ فَإِنَّ مِنْ رَفْعِهِ أَنْ يُقْبَضَ أَصْحَابُهُ، وَإِيَّاكُمْ وَالتَّبَدُّعَ وَالتَّنَطُّعَ، وَعَلَيْكُمْ بِالْعَتِيقِ، فَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي آخِرِ هَذِهِ الأُمَّةِ أَقْوَامٌ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ، وَقَدْ تَرَكُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul Husain bin Al-Fadhl Al-Qaththaan, telah memberitakan ‘Abdullaah bin Ja’far, telah menceritakan kepada kami Ya’quub bin Sufyaan, telah menceritakan kepada kami ‘Abdullaah bin Yuusuf, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muhaajir, telah menceritakan kepada kami Al-‘Abbaas bin Saalim Al-Lakhmiy, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Aa’idzillaah Abu Idriis Al-Khaulaaniy, ia berkata, ‘Abdullaah bin Mas’uud berdiri kepada kami diatas tangga gereja ini maka tidaklah aku terlupa dan terlupa bahwasanya hari itu adalah hari Kamis, seraya berkata, “Wahai sekalian manusia, wajib atas kalian mempelajari ilmu sebelum diangkatnya ilmu karena sesungguhnya bagian dari tanda-tanda terangkatnya ilmu adalah diwafatkan pemiliknya, dan hendaklah kalian menjauhi bid’ah dan pembicaraan yang berlebih-lebihan, dan wajib atas kalian berpegang kepada atsar, karena sesungguhnya akan ada pada akhir umat ini kaum-kaum yang mereka menyangka bahwa mereka mengajak kepada Kitabullah namun ternyata mereka meninggalkannya di belakang punggung mereka.”
[Al-Madkhal 1/350]

Sanad ini dikeluarkan juga oleh Al-Imam Abul Qaasim Ibnu ‘Asaakir (Taariikh Dimasyq 43/315); dari jalan Duhaim Al-Qurasyiy, telah mengkhabarkan kepada kami Al-Waliid, telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Muhaajir, dan seterusnya seperti jalur Al-Baihaqiy.

Dan jalur ini shahih, muttashil hingga Ibnu Mas’uud. Abu Idriis Al-Khaulaaniy adalah ‘Aa’idzullaah bin ‘Abdillaah atau ‘Aaidzullaah bin Idriis bin ‘Aa’idz bin ‘Abdillaah bin ‘Utbah Asy-Syaamiy, didalam As-Siyar 4/272 disebutkan bahwa ia lahir pada tahun Fathu Makkah yang berarti ia lahir tahun 8 H, dan didalam Taariikhul Kabiir 7/83 disebutkan ia lahir pada tahun Hunain, mendengar dari Ibnu Mas’uud (wafat 32 H), Al-Mughiirah bin Syu’bah, Abud Dardaa’ dan lain-lain -radhiyallaahu ‘anhum-. Kata Al-Haafizh dalam At-Taqriib no. 3115, Abu Idriis adalah ‘aalim negeri Syaam setelah wafatnya Abud Dardaa’.

Walhasil, atsar ini shahih dan menjadi peringatan bagi segenap kita agar menuntut ilmu sebelum ilmu tersebut diangkat yaitu dengan diwafatkannya para ulama dan ahli ilmu, agar kita berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam dan atsar para salaf, menghindari dan menjauhi bid’ah (walaupun manusia menganggapnya baik), dan waspada terhadap kaum-kaum ahli bid’ah di akhir zaman yang secara zhahir mereka mengajak kaum muslimin kepada Al-Qur’an namun pada hakikatnya mereka meninggalkannya dan keluar darinya bagai anak panah melesat dari busurnya.

Nas’alullah as-salaamah wal ‘aafiyah, wa na’uudzubillahi min dzaalikal qaum.
Wallaahu a’lam.

Diselesaikan pada pagi hari di Tangerang Selatan, 10 Rajab 1435 H.

Tommi Marsetio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s