Thabaqaat Al-Majruuhiin : Thabaqah Pertama, Para Pemalsu Hadits atas Rasulullah

Al-Majruuh adalah orang atau perawi yang terkena penilaian negatif, cacat atau jarh, bisa dari sisi ‘adalahnya, dhabt-nya, maupun agamanya ketika meriwayatkan hadits Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Lalu siapakah yang berhak menilai negatif atau menjarh seorang perawi? Tidak lain, mereka adalah para imam ahli jarh wa ta’dil, bukan sembarangan orang apalagi orang-orang seperti kita yang sangat…

Memahami Makna “Hasan” Di Sisi Al-Imam Ad-Daaraquthniy

Al-Imam Al-Haafizh Abul Hasan ‘Aliy bin ‘Umar Ad-Daaraquthniy –rahimahullah- adalah diantara sekian ulama huffaazh mutaqaddimin yang sering menghukumi hadits-hadits yang beliau riwayatkan dalam kitab Sunan-nya, manakala sebagian orang mungkin sedikit terkecoh dengan penghukuman “hasan” beliau atas sejumlah hadits-haditsnya. Sebagian lagi menyebutkan bahwa Ad-Daaraquthniy bersikap tasahul (bermudah-mudahan, -pent) di dalam kitab Sunan-nya sementara di kitab Al-‘Ilal…

Para Sahabat Dalam Kajian Ilmu Hadits

Dalam istilah ilmu hadits, sahabat terdefinisikan sebagai : مَن لقي النبي صلى الله عليه وسلم مؤمنا، ومات على الإسلام “Seseorang yang menjumpai Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam dan beriman kepada beliau, kemudian wafat diatas agama Islam[1].” Dari definisi diatas, kita ketahui bahwa mengenali para sahabat -radhiyallaahu ‘anhum- adalah ilmu yang sangat penting lagi mulia, sarat dengan…

Istilah-istilah Imam Maalik dalam Kitab Al-Muwaththa’

Tulisan berikut ini kami terjemahkan dari makalah Syaikh Badr bin Muhammad Al-Badr hafizhahullah mengenai “musthalahaat” atau istilah-istilah yang digunakan oleh Imam Maalik rahimahullah dalam kitabnya yang sarat faidah, Al-Muwaththa’. Kami berharap semoga dapat diambil manfaatnya bagi teman-teman kaum muslimin yang membaca. 1. الأمر عندنا (Menurut pendapat kami) إذا قال الإمام مالك: (الأمر عندنا) يعني عند…

Ashahhul Asaaniid (Sanad-sanad Paling Shahih)

Para ulama telah berijtihad ketika meneliti perbandingan antara para perawi maqbuul dan pengetahuan sanad-sanad yang mengumpulkan derajat-derajat qabuul (penerimaan, pent) tertinggi dengan para perawinya yang terkenal dalam hal ilmu, dhabit dan ‘adalah. Para ulama tersebut berpandangan bahwa beberapa sanad-sanad shahih itu mempunyai martabat tertinggi dibanding sanad-sanad shahih yang lain karena telah terpenuhinya (syarat-syarat) derajat qabuul…

Hadits Hasan dan Pembagiannya

Para ulama muta’akhirin mengisthilahkan pembagian hadits hasan menjadi dua bagian. Al-Imam Taqiyuddiin Abu ‘Amr Ibnu Ash-Shalaah rahimahullah, setelah memaparkan beberapa definisi hadits hasan, beliau mengungkapkan penjelasan mengenai pembagian hadits hasan, beliau berkata : أحدُهُما: الحديثُ الذي لا يخلو رجالُ إسنادِهِ مِنْ مستورٍ لَمْ تَتَحَقَّقْ أهليَّتُهُ، غيرَ أنَّهُ ليسَ مُغَفَّلاً كثيرَ الخطأِ فيما يَرْويهِ، ولا هوَ…

Munkarul Hadiits

Para ulama ahli hadits memuthlakkan munkarul hadiits ke dalam beberapa makna, diantaranya : 1. Hadits yang diriwayatkan oleh perawi lemah, menyelisihi riwayat perawi tsiqah Al-Imam Muslim berkata dalam muqaddimah kitab Shahih-nya : “Tanda-tanda munkar-nya sebuah hadits yang tidak dikenal adalah apabila dibandingkan riwayatnya tersebut dengan hadits atas riwayat lainnya dari para perawi yang hapalannya kuat…